PRINSIP - PRINSIP ETIKA
BISNIS
Etika bisnis
memiliki prinsip-prinsip yang harus ditempuh perusahaan oleh perusahaan untuk
mencapai tujuannya dan harus dijadikan pedoman agar memiliki standar baku yang
mencegah timbulnya ketimpangan dalam memandang etika moral sebagai standar
kerja atau operasi perusahaan. Muslich (1998: 31-33) mengemukakan
prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut:
Prinsip otonomi
Prinsip otonomi
adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak
berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
Atau mengandung arti bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai
dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang
dimilikinya. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk
pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan
kesejahteraan karyawan dan komunitasnya.
Prinsip kejujuran
Kejujuran
merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan.
Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal
perusahaan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan,
maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan
tersebut.Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara
jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak
didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat
perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan
mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam
suatu perusahaan.
Prinsip tidak berniat jahat
Prinsip ini ada
hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat
akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu.
Prinsip keadilan
Perusahaan harus
bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. Contohnya,
upah yang adil kepada karywan sesuai kontribusinya, pelayanan yang sama kepada
konsumen, dan lain-lain,menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama
sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif,
serta dapat dipertanggung jawabkan.
Prinsip hormat pada diri sendiri
Perlunya menjaga
citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat jahat
dan prinsip keadilan.
Von der Embse
dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988),
memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis,
yaitu :
Utilitarian
Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena
itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat
memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak
membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
Individual Rights
Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang
harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari
apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
Justice Approach
: para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil
dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun
secara kelompok.
Etika bisnis
dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu
perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai
kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu
landasan yang kokoh.
Biasanya dimulai
dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang
transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan
yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Haruslah
diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan
perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena :
* Mampu
mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik
intern
perusahaan maupun dengan eksternal.
* Mampu
meningkatkan motivasi pekerja.
* Melindungi
prinsip kebebasan berniaga
* Mampu meningkatkan
keunggulan bersaing.
Tidak bisa
dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan
memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra
.
Namun, dalam
etika bisnis ada prinsip-prinsip yang dinilai Adiwarman Karim, Presiden
Direktur Karim Business Consulting, seharusnya jangan dilanggar, yaitu :
* Kejujuran
Banyak orang beranggapan bisnis merupakan kegiatan tipu-menipu demi
mendapat
keuntungan. Ini jelas keliru. Sesungguhnya kejujuran merupakan salah satu
kunci
keberhasilan berbisnis. Bahkan, termasuk unsur penting untuk bertahan di
tengah
persaingan bisnis.
* Keadilan -
Perlakukan setiap orang sesuai haknya. Misalnya, berikan upah kepada
karyawan sesuai
standar serta jangan pelit memberi bonus saat perusahaan
mendapatkan
keuntungan lebih. Terapkan juga keadilan saat menentukan harga,misalnya
dengan tidak
mengambil untung yang merugikan konsumen.
* Rendah Hati -
Jangan lakukan bisnis dengan kesombongan. Misalnya, dalam
mempromosikan
produk dengan cara berlebihan, apalagi sampai menjatuhkan produk
bersaing, entah
melalui gambar maupun tulisan. Pada akhirnya, konsumen memiliki
kemampuan untuk
melakukan penilaian atas kredibilitas sebuah poduk/jasa. Apalagi,
tidak sedikit
masyarakat yang percaya bahwa sesuatu yang terlihat atau terdengar
terlalu
sempurna, pada kenyataannya justru sering kali terbukti buruk.
* Simpatik -
Kelola emosi. Tampilkan wajah ramah dan simpatik. Bukan hanya di depan
klien atau
konsumen anda, tetapi juga di hadapan orang-orang yang mendukung bisnis
anda, seperti
karyawan, sekretaris dan lain-lain.
* Kecerdasan -
Diperlukan kecerdasan atau kepandaian untuk menjalankan strategi
bisnis sesuai
dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, sehingga menghasilkan
keuntungan yang
memadai. Dengan kecerdasan pula seorang pebisnis mampu mewaspadai
dan menghindari
berbagai macam bentuk kejahatan non-etis yang mungkin dilancarkan
oleh lawan-lawan
bisnisnya.
* Lakukan dengan
cara yang baik, lebih baik atau dipandang baik Sebagai pebisnis,
anda jangan mematok
diri pada aturan-aturan yang berlaku. Perhatikan juga norma,
budaya atau
agama di tempat anda membuka bisnis. Suatu cara yang dianggap baik di
suatu Negara
atau daerah, belum tentu cocok dan sesuai untuk di terapkan di Negara
atau daerah
lain. Hal ini penting kalau ingin usaha berjalan tanpa ada gangguan.
REFERENSI :
*
http://rosicute.wordpress.com/2010/11/24/prinsip-prinsip-etika-bisnis
*
http://faii99.blogspot.com/2009/11/prinsip-prinsip-etika-bisnis.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar